Langsung ke konten utama

Postingan

Kamu pernah merasa menang? Aku akan merasa menang ketika orang-orang ternyata salah. Bahwa pernah ada cinta yang murni dan waktu yang bahagia. Ketika sebenarnya kita ditakdirkan bersama meski untuk waktu yang sementara. Dan bahwa kita selama ini berusaha menjebol dinding pertahanan hati, keinginan untuk memperjuangkan masing-masing. Aku akan merasa menang ketika pada akhirnya kita bisa menghabiskan waktu bersama tanpa merasa bersalah dan merindu satu sama lain terasa benar. Aku akan merasa menang ketika pada sebuah malam, mataku menjelang terkatup dan aku tidak berusaha menolak. Karena di pagi hari, mataku akan kembali menemuimu. Namun aku sudah kalah telak.

it's a phase, it's a phase.

you know, when I decided to write a blog post, usually because I've been thinking lately. well, now I don't. I write a blog post because I'm not thinking about anything lately. I've been busy with task and work, this is all overwhelming and I don't even have any time to wander around. bahkan di jalan ketika aku nyetir, it was always in such a rush. no time for ngelamun-ngelamun goblo. begitu pula ketika tengah malam dan baru sampai rumah, I just simply sleep the whole night. without thinking about anything, nggak seperti ketika aku sekolah dulu, ketika malam-malam nggak bisa tidur dan hanya memandang langit-langit kamar dengan sendu. I just miss that kind of night. now, if I have that kind of night, I would probably cut myself in the veins because life has been swallowing me around. the task, work, family, friends. banyak hal yang aku korbankan dengan segala kesibukan ini. but I'm happy after all. I'm sad, I get angry, I feel sick. but happy. college h...

it's been a busy......life

aku sebenarnya sudah menjadwalkan untuk posting di blog tiap minggu dan tiap minggu juga aku mengingkari janji yang aku buat sendiri. nyebelin ya memang membohongi diri sendiri kayak gitu, seolah-olah ada yang terus kurang dan kurang. Aku, sebenernya, punya banyak cerita buat kalian yang masih menyempatkan untuk baca blog ini dan iseng-iseng refresh serta berharap ada post baru. padahal enggak. sama, aku juga selalu berharap ada post baru. tapi, rasanya tenaga udah diperas kayak kuda pacu. waktu menganggur udah jadi suatu hal yang istimewa, dimana aku kerap kali pakai kesempatan untuk beristirahat. aku lupa, beristirahat nggak cuma tidur. aku butuh me time. butuh waktu untuk olahraga, maskerin wajah, maskerin rambut, trimming alis, baca buku atau bahkan yang paling sederhana, menulis. yang kalau kata m aan mansyur adalah kegiatan yang membuatku tidak bunuh diri. and here I am now writing. semenjak kerja dan kuliah, jarang banget ada yang namanya waktu luang. kalo pagi aku kuliah, malem...
menjadi penulis itu belajar jujur terhadap diri sendiri. tapi kalau dipikir-pikir lagi, jujur kepada diri sendiri itu, sakit ya. kelihatannya bahagia tapi sebenernya juga nggak sebahagia itu, sih. pasti ada suatu bagian diri yang terluka dan terabaikan. bahkan mungkin terlalu banyak yang sudah rusak dan terlupakan. takutnya, suatu saat bagian tersebut dari bumerang dan kembali menyerang kita sekuat-kuatnya. mau balas dendam, kira-kira. aku ingin jadi penulis. dulu ayah dan ibu mau aku jadi penulis, tapi aku nggak mau. aku bilang aku mau jadi sesuatu yang lebih berguna dan menjanjikan, aku merasa kurang bisa mengelola kreativitasku ketika jadwal sedang padat dan susah diatur. menjadi penulis mungkin bisa jadi hobi dan alternatif, tapi aku nggak mau menggantungkan seluruh aspek ekonomiku kepada bidang ini. I'm not a type of person who did everything in all or nothing way. sedangkan menurutku, menulis membutuhkan jiwa, raga dan seluruh indera untuk selalu prima dan peka terhadap se...

super late update!! + main details on school

EH GUYS. omaga aku terlalu larut dalam kebahagiaan until aku lupa untuk menceritakan pada kalian bahwa, AKU LOLOS SBMPTN 2016. alhamdulillah ya Allah tiada lagi nikmat yang paling kusyukuri daripada ini. karena ampuuuun aku kayak ga modal banget, cuma les matematika doang berbekal buku sbmptn yang udah out of date itu, ternyata cukup menolong alhamdulillah. dan yang perlu aku syukurin lagi, aku masuk ke pilihan pertamaku yaitu Ilmu Komunikasi UB. yay!!!! I feel like I was dreaming that I have to pinch myself, ternyata enggak:))) alhamdulillah. maaf ya ini sebenernya udah lama banget sih cuma aku aja mudah teralihkan ke hal lain. semoga yang ini berkah yaa. amin amin amin. AKU MASIH GA PERCAYAAAAAA KYAAAA~~~~ aku jujur aja nggak ngerti kalau seandainya aku belum menjadi seorang mahasiswa tahun ini, akan ngapain aku???? karena ya I have no plans, I may be depressed and I'm running out of money. mungkin banyak orang bilang sekolah itu nggak terlalu penting terutama kuliah, ...

tujuan berpacaran. jangan asbun!

ada beberapa hal yang nggak dipahami oleh orang yang nggak pernah menjalin hubungan, orang yang lama nggak menjalin hubungan dan orang yang nggak pernah lama punya hubungan. salah satu kata-kata yang aku inget, dari guru sosiologi, "dalam menjalin hubungan, kalian akan banyak belajar tentang kompromi." orang yang nggak pernah menjalin, lama nggak menjalin dan nggak pernah lama punya hubungan, mungkin lupa bahwa suatu saat tujuan mereka berhubungan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dicintai dan mencintai, namun juga melatih cara kita untuk berkomitmen terhadap seseorang. ya memang kualitas dari komitmen sendiri tidak dapat ditentukan dari jangka waktu hubungan, namun kadang kualitas tersebut memang bisa bertambah seiring dengan berjalannya waktu. kalo kalian bertanya-tanya kenapa aku bikin post ini, beberapa bulan lalu aku ada masalah dalam hubunganku dan aku curhat ke beberapa temen yang lebih dewasa. aku hampir nggak percaya ketika mereka malah nyuruh aku untuk put...

cara untuk mati dengan perih dan hina

Pada sebuah malam di bulan Juni, akhir bulan Ramadhan, aku menikmati bau kentut sendiri. Malam-malam dengan rintik hujan yang dikatakan orang-orang itu omong kosong, aku tidak perlu hujan untuk jadi romantis. Kamar 3x3 ini menjadi saksi bisu seorang aku berusaha menjadi tegar, seperti yang ku katakan pada teman-temanku, tidak kalah terhadap diri sendiri. Beberapa menit lalu, aku masih menggilas jalanan kota Malang dengan sepeda motor beroda dua yang bannya baru saja diganti dua hari yang lalu. Perutku bergemuruh pertanda asam lambungku mulai naik dan pikiranku berkecamuk sibuk bertikai dengan hati yang tak mau kompromi. Kedua mataku yang fokus tertuju pada hal apapun yang berada di depanku, mencoba sekuat-kuatnya menahan air mata menitik di balik kacamata perdanaku. Malam ini ia cukup menegaskan bahwa aku kurang dari cukup untuknya. Bahwa berpiring-piring nasi, bercangkir-cangkir kopi dan teh, bermalam-malam di ranjang dan obrolan tak kenal arah, jauh dari cukup untuk membuatn...