Langsung ke konten utama
guys aku tadi malem mimpi seru

jadi ceritanya ada orang yang mati karena digigit vampire, entah kenapa matinya biasa aja nggak heboh yang dishoot orang banyak gitu.trus aku entah kenapa disuruh nguburin dia.nah kuburannya itu kayak kebun buah-buahan gitu, jadi dia dikubur di sela-sela tanaman satu sama yang lain, lah untuk mencapai tanahnya ituuuu harus naik semacem kanoe yang melewati parit di tengah-tengah pekuburan sama pemukiman penduduk, nah yaudah kan ya. trus aku naik kanoe sambil bawa mayatnya tadi, trus sampe di pekuburannya yaudah dikubur biasa soalnya udah ada liangnya. dan nguburnya pake tangan guys. udah kan. udah selese aku naik kanoe lagi, trus ngarahin ke tempat penduduk lagi kaaan, nah waktu otw ke pemukiman ituuuuu tiba-tiba orang-orang itu kayak ngasih warning gitu di sepanjang daerah pemukiman which is taneman buah-buahan juga. ya karena aku nggak dikasih dayung, jadilah aku harus mendayung sekuat tenaba dengan kedua tangan. tapi aku noleh belakang nggak ada apa-apa tuh. trus ketika udah sampe, aku lari ke rumah kan. tak pikir mayatnya tadi turn into vampire dan nyerang warga gitu. pas aku tanya warganya bilang, "enggak dia nggak bisa berubah soalnya kurt (yang di glee) udah jadi induk" dan aku nggak tau apa hubungannya dia jadi induk sama kemungkinan si mayat berubah jadi vampire. udah segitu aja soalnya aku nggak inget lanjutannya. pokoknya something with raping deh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

padat merayaap

ngakak. liat di tweet mas-mas mbak-mbak bikin yang hashtag nya #smp5moments. kenangannya lucu-lucu, ada yang mengenai bu surip latah 'eh jaran' iku biasane aku sing nggarai. eh dosaaaa, dosaaaaa. ngusilin orang di hidupku sama dengan hiburan tak terkira, kayak yang tadi-tadi itu sampe bikin genon nangis perkara dia kebelet pipis tapi nggak tak anterin ke kamar mandi trus tak suruh pipis di wastafel, eh nangis dia, apa salah hambaaaa? trus barusan genon marah soalnya aku bilang ke bu marinda genon pacaran. lho kan bener, tapi bu marinda gak denger, GITU AJA SAMA GENON DIBIKIN RIBUT, PELIS DEH NON, MAS ADIT IKU MARI MBOK CEKOKI BANYU TAJIN TA KOK NURUT TEMEN. masa' aku yang bikin gara-gara dia marahnya sama mas adit pacarnya yang nurut itu. katanya, 'aku iki backstreet ayahku gaeroh, engkok lek bu marinda eroh aku dikandakno ayahku, GAK LUCU GUYONMU' dalam hatiku, aku udah mendidih, 'LHA KON AKU SERIUS MBOK GAWE GUYON IKU MBOK KIRO LUCU A' aduh jadi emosi. ta...

Berita Paling Membingungkan Sedunia

Pagi ini aku terbangun dengan berita paling membingungkan sedunia. Malam tadi, kamu hanya pamit untuk tidur lebih awal. Bukan tidur untuk selama-lamanya. Keisengan macam apa ini? Tanpa keluhan, tanpa himbauan, kamu menghembuskan nafas terakhir? Aku bangun pagi dengan kebingungan, aku masih tidak tahu bagaimana aku harus merespon kabar yang aku terima. Aku bahkan tidak punya baju warna hitam. Aku tidak menangis karena aku tidak sedih. Aku hanya kebingungan. Aku sangat kebingungan. Aku berangkat sendiri menuju kediamanmu. Bertemu dengan sahabat-sahabat kita dan tatapan prihatin mereka, namun aku tetap tidak menangis. Aku masih belum bisa memahami kabar yang kuterima beberapa jam yang lalu. Bahwa manusia yang hampir tiap hari mewarnai hari-hariku telah tiada nafasnya. Aku bertemu keluargamu yang belum sempat berkenalan denganku. Mereka mengenaliku namun terlihat ragu-ragu. Aku tidak tahu arti keraguan itu, mungkin mereka masih sama bingungnya denganku. Beranjak aku menuju peti t...

Menunggu

aku jatuh cinta pada setiap keping kenangan yang kita kumpulkan bersama ketika uap dari kedua cangkir kopi kita mulai mengepul. lalu percik api dari korek di tangan kananmu menyulut anak-anaknya pada sebatang rokok yang telah tersisipkan di kedua belah bibirmu. jari telunjuk dan jari tengahmu telah bersiap mencabutnya segera setelah kamu hisap racun-racunnya. kamu berceloteh, seperti biasanya. telingaku bersukacita, baginya suaramu merupakan melodi terindah. hanya dengan kamu, aku bisa menjadi pendengar setia. mulutku, terkatup. rapat. kisah-kisahmu mengalir deras, hingga detik menit jam terlewat dan aku masih termangu menyangkutkan daguku pada kedua telapak tangan yang senantiasa menyangga dengan tidak berat hati. kamu membuat aku terpaku. tahukah kamu aku tidak pernah sediam ini? tak bisa kubayangkan bila beberapa bulan lagi mungkin aku hanya akan kembali menjadi seorang aku yang tidak merindu pada celotehmu. namun aku percaya, Tuhan tidak mempertemukan kita dengan sia-sia. yang m...