dulu ketika masih kecil,rasanya geli banget denger kata pacaran. pas sd udah mulai ada temen yang pacaran,jadi biasa aja karena sering diceritain. pacaran dalam bayanganku waktu itu mungkin foto-foto seru, nonton, jalan. semacem gitu aja.
waktu smp punya pacar sendiri, in a very traditional way. sama-sama suka, ditembak, jadian. sesimple itu. belum kenal apa yang dinamain php, friendzone, hts, ttm. kalo suka, yaudah pacaran.
tapi sekarang setelah udah mulai gede dan mikir banyak, jadi bingung. apa masih butuh pacaran ya? ketika gebetan udah bertindak layaknya pacar meski nggak pernah nembak, dan dua orang yang saling suka berkomitmen untuk nggak pacaran tapi udah sayang-sayangan. jadi nggak tau esensinya pacaran.
awalnya sih seneng ya, everything is so casual. lama kelamaan jadi rindu kejelasan. rindu pacar beneran. rindu rasanya ada seseorang yang bisa kita ceritain soal apa-apa yang terjadi seharian. rindu good night yang disambung good morning paginya. rindu sebuah komitmen yang nyata, bukan sekedar sayang-sayangan belaka.
Pagi ini aku terbangun dengan berita paling membingungkan sedunia. Malam tadi, kamu hanya pamit untuk tidur lebih awal. Bukan tidur untuk selama-lamanya. Keisengan macam apa ini? Tanpa keluhan, tanpa himbauan, kamu menghembuskan nafas terakhir? Aku bangun pagi dengan kebingungan, aku masih tidak tahu bagaimana aku harus merespon kabar yang aku terima. Aku bahkan tidak punya baju warna hitam. Aku tidak menangis karena aku tidak sedih. Aku hanya kebingungan. Aku sangat kebingungan. Aku berangkat sendiri menuju kediamanmu. Bertemu dengan sahabat-sahabat kita dan tatapan prihatin mereka, namun aku tetap tidak menangis. Aku masih belum bisa memahami kabar yang kuterima beberapa jam yang lalu. Bahwa manusia yang hampir tiap hari mewarnai hari-hariku telah tiada nafasnya. Aku bertemu keluargamu yang belum sempat berkenalan denganku. Mereka mengenaliku namun terlihat ragu-ragu. Aku tidak tahu arti keraguan itu, mungkin mereka masih sama bingungnya denganku. Beranjak aku menuju peti t...
Komentar
Posting Komentar