Langsung ke konten utama

curhat episode mau ujian.

wah sumpah ndredeg aku rek.
wingi iku aku sakjane biasa, moro pas kumpul-kumpul ndek kantin hayckel moro-moro ngomong,
"karek 27 hari lagi looo"

krik.
atiku langsung bergemuruh gak karuan. aku bengi gak iso turu.
aku telung tahun iki lapo ae se kok gak iso lapo-lapo.
yo ngono, penyesalan selalu datang di akhir.
aku tapi optimis mlebu smanti, lek gak mlebu smanti ? stetsa yo oleh.

aku kudu iso entuk sekolah apik rek.
titik.

tapi sakjane rek,
dengan kenakalanku dua tahun iki, aku gak nyesel.
aku malah seneng, sak enggake masio bodo aku sik duwe konco-konco sing iso ngewangi aku sinau.
aku suayang mbek konco-koncoku smp. mboh opo o.
mungkin karena biyen aku durung gaul trus arek-arek iki sing nggarai aku makin gaul,
dan makin rusuh, dan makin keren, dan makin seksi, dan makin ................................

aku berharap aku pancet dadi mich sing koyok ngene.
maksudku yo makin apik tapi tetep this girl who still loved by everyone.
sing pancet dadi bitch tapi disayang.
aku jatuh cinta ambek aku dhewe saiki.

tahun-tahun ndek smp iki tahun-tahun dimana aku kroso ne,
"i'm awesome like hell, i'm hotter than everyone else, kon gak pantes minder mich"

aku sueneng se mbek smp iki.
masio sekolahan e megelno tapi lahirane enggak.
aku cinta arek smp5 sing cinta karo aku.
kene sun. emuah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

padat merayaap

ngakak. liat di tweet mas-mas mbak-mbak bikin yang hashtag nya #smp5moments. kenangannya lucu-lucu, ada yang mengenai bu surip latah 'eh jaran' iku biasane aku sing nggarai. eh dosaaaa, dosaaaaa. ngusilin orang di hidupku sama dengan hiburan tak terkira, kayak yang tadi-tadi itu sampe bikin genon nangis perkara dia kebelet pipis tapi nggak tak anterin ke kamar mandi trus tak suruh pipis di wastafel, eh nangis dia, apa salah hambaaaa? trus barusan genon marah soalnya aku bilang ke bu marinda genon pacaran. lho kan bener, tapi bu marinda gak denger, GITU AJA SAMA GENON DIBIKIN RIBUT, PELIS DEH NON, MAS ADIT IKU MARI MBOK CEKOKI BANYU TAJIN TA KOK NURUT TEMEN. masa' aku yang bikin gara-gara dia marahnya sama mas adit pacarnya yang nurut itu. katanya, 'aku iki backstreet ayahku gaeroh, engkok lek bu marinda eroh aku dikandakno ayahku, GAK LUCU GUYONMU' dalam hatiku, aku udah mendidih, 'LHA KON AKU SERIUS MBOK GAWE GUYON IKU MBOK KIRO LUCU A' aduh jadi emosi. ta...

Berita Paling Membingungkan Sedunia

Pagi ini aku terbangun dengan berita paling membingungkan sedunia. Malam tadi, kamu hanya pamit untuk tidur lebih awal. Bukan tidur untuk selama-lamanya. Keisengan macam apa ini? Tanpa keluhan, tanpa himbauan, kamu menghembuskan nafas terakhir? Aku bangun pagi dengan kebingungan, aku masih tidak tahu bagaimana aku harus merespon kabar yang aku terima. Aku bahkan tidak punya baju warna hitam. Aku tidak menangis karena aku tidak sedih. Aku hanya kebingungan. Aku sangat kebingungan. Aku berangkat sendiri menuju kediamanmu. Bertemu dengan sahabat-sahabat kita dan tatapan prihatin mereka, namun aku tetap tidak menangis. Aku masih belum bisa memahami kabar yang kuterima beberapa jam yang lalu. Bahwa manusia yang hampir tiap hari mewarnai hari-hariku telah tiada nafasnya. Aku bertemu keluargamu yang belum sempat berkenalan denganku. Mereka mengenaliku namun terlihat ragu-ragu. Aku tidak tahu arti keraguan itu, mungkin mereka masih sama bingungnya denganku. Beranjak aku menuju peti t...

Menunggu

aku jatuh cinta pada setiap keping kenangan yang kita kumpulkan bersama ketika uap dari kedua cangkir kopi kita mulai mengepul. lalu percik api dari korek di tangan kananmu menyulut anak-anaknya pada sebatang rokok yang telah tersisipkan di kedua belah bibirmu. jari telunjuk dan jari tengahmu telah bersiap mencabutnya segera setelah kamu hisap racun-racunnya. kamu berceloteh, seperti biasanya. telingaku bersukacita, baginya suaramu merupakan melodi terindah. hanya dengan kamu, aku bisa menjadi pendengar setia. mulutku, terkatup. rapat. kisah-kisahmu mengalir deras, hingga detik menit jam terlewat dan aku masih termangu menyangkutkan daguku pada kedua telapak tangan yang senantiasa menyangga dengan tidak berat hati. kamu membuat aku terpaku. tahukah kamu aku tidak pernah sediam ini? tak bisa kubayangkan bila beberapa bulan lagi mungkin aku hanya akan kembali menjadi seorang aku yang tidak merindu pada celotehmu. namun aku percaya, Tuhan tidak mempertemukan kita dengan sia-sia. yang m...