Langsung ke konten utama

confessions by the bitch you'll always hate

i was thinking when i am taking a bath.

someone now berusaha menjatuhkan seorang mich di twitter. you can check it. still there.
sekarang gini ya.
bu nur, my lovely wali kelas bilang : "ngapa-ngapain itu jangan pamrih"

aku tidak pernah berharap jadi orang yang pamrih. now, look at me.
i'm hoping someone to be nice to me karena aku telah meringankan masalahnya.

ketika semua orang menyalahkanmu, aku masih disitu. aku percaya kamu bukan yang mereka bilang. aku masih percaya kamu tidak seperti itu. sekarang kamu bilang aku pendusta ?

yo sepurane ae bro,
aku mikire aku yo gak pingin dadi wong pamrih. tapi dunyo iki lek kene gak pamrih sing iyo tambah ndadi.
saiki logikane, menungso endi sing gak pingin urip enak ?
sak enak-enake uripmu lek sik onok utang budi iku gak enak. jareku se.

ok. let me start my confessions.

yes. i'm michiko miera. the shitty bitch you'll always hate.
aku congor mak-mak kampung, cangkem gak duwe filter, pendusta, rusak, tidak punya hati dan otomatis tidak berperasaan. aku juga tidak peduli kamu mau bilang apa karena aku hanya peduli pada diriku sendiri, aku suka menggoda setiap lelaki yang dekat denganku dan aku selalu punya rasa ingin tahu yang besar terhadap gosip-gosip yang sedang beredar.

it's your decision to hate me, or not.

but listen,

setiap insan di dunia ini adalah dua sisi koin. ada sisi kehidupan lain di balik sisi kehidupan yang ditampilkan pada khalayak.

wes, saiki kon pamrih o, gak duwe ati o, rusak o. dan kon ojok sekali-sekali ngrungokno wong sing ngelek-ngelekno kon lek kon ngerti kon luwih apik tekan iku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

padat merayaap

ngakak. liat di tweet mas-mas mbak-mbak bikin yang hashtag nya #smp5moments. kenangannya lucu-lucu, ada yang mengenai bu surip latah 'eh jaran' iku biasane aku sing nggarai. eh dosaaaa, dosaaaaa. ngusilin orang di hidupku sama dengan hiburan tak terkira, kayak yang tadi-tadi itu sampe bikin genon nangis perkara dia kebelet pipis tapi nggak tak anterin ke kamar mandi trus tak suruh pipis di wastafel, eh nangis dia, apa salah hambaaaa? trus barusan genon marah soalnya aku bilang ke bu marinda genon pacaran. lho kan bener, tapi bu marinda gak denger, GITU AJA SAMA GENON DIBIKIN RIBUT, PELIS DEH NON, MAS ADIT IKU MARI MBOK CEKOKI BANYU TAJIN TA KOK NURUT TEMEN. masa' aku yang bikin gara-gara dia marahnya sama mas adit pacarnya yang nurut itu. katanya, 'aku iki backstreet ayahku gaeroh, engkok lek bu marinda eroh aku dikandakno ayahku, GAK LUCU GUYONMU' dalam hatiku, aku udah mendidih, 'LHA KON AKU SERIUS MBOK GAWE GUYON IKU MBOK KIRO LUCU A' aduh jadi emosi. ta...

Berita Paling Membingungkan Sedunia

Pagi ini aku terbangun dengan berita paling membingungkan sedunia. Malam tadi, kamu hanya pamit untuk tidur lebih awal. Bukan tidur untuk selama-lamanya. Keisengan macam apa ini? Tanpa keluhan, tanpa himbauan, kamu menghembuskan nafas terakhir? Aku bangun pagi dengan kebingungan, aku masih tidak tahu bagaimana aku harus merespon kabar yang aku terima. Aku bahkan tidak punya baju warna hitam. Aku tidak menangis karena aku tidak sedih. Aku hanya kebingungan. Aku sangat kebingungan. Aku berangkat sendiri menuju kediamanmu. Bertemu dengan sahabat-sahabat kita dan tatapan prihatin mereka, namun aku tetap tidak menangis. Aku masih belum bisa memahami kabar yang kuterima beberapa jam yang lalu. Bahwa manusia yang hampir tiap hari mewarnai hari-hariku telah tiada nafasnya. Aku bertemu keluargamu yang belum sempat berkenalan denganku. Mereka mengenaliku namun terlihat ragu-ragu. Aku tidak tahu arti keraguan itu, mungkin mereka masih sama bingungnya denganku. Beranjak aku menuju peti t...

Menunggu

aku jatuh cinta pada setiap keping kenangan yang kita kumpulkan bersama ketika uap dari kedua cangkir kopi kita mulai mengepul. lalu percik api dari korek di tangan kananmu menyulut anak-anaknya pada sebatang rokok yang telah tersisipkan di kedua belah bibirmu. jari telunjuk dan jari tengahmu telah bersiap mencabutnya segera setelah kamu hisap racun-racunnya. kamu berceloteh, seperti biasanya. telingaku bersukacita, baginya suaramu merupakan melodi terindah. hanya dengan kamu, aku bisa menjadi pendengar setia. mulutku, terkatup. rapat. kisah-kisahmu mengalir deras, hingga detik menit jam terlewat dan aku masih termangu menyangkutkan daguku pada kedua telapak tangan yang senantiasa menyangga dengan tidak berat hati. kamu membuat aku terpaku. tahukah kamu aku tidak pernah sediam ini? tak bisa kubayangkan bila beberapa bulan lagi mungkin aku hanya akan kembali menjadi seorang aku yang tidak merindu pada celotehmu. namun aku percaya, Tuhan tidak mempertemukan kita dengan sia-sia. yang m...