Langsung ke konten utama

aku tidak bermaksud mengintimidasi

teruntuk 
kedua sahabatku yang pernah menjalin hubungan-tanpa-komitmen
sebut saja, kamu A dan kamu B.

A, 
ketahuilah bahwa dia tidak bermaksud menyakiti hatimu.
tidak ada wanita yang berniat menyakiti hati laki-laki.
dia hanya sudah tidak tahan.
mungkin inilah yang terbaik, tersenyumlah.
beruntung ia tak membuat harapanmu tumbuh lebih besar.

B, ini ku jelaskan padamu kata-kata yang tidak bisa kubicarakan tadi.
dalam sebuah keputusan, pastilah ada resiko.
seperti apa yang pak syarif bilang, semua di dunia ini ada resiko.
hal yang sederhana saja beresiko, pikirkan seberapa besar resiko untuk keputusan besarmu ini.
tidak ada sesuatu di antara kalian, kalian tidak memiliki komitmen.
betul kata tante, kalian tidak punya sesuatu untuk diakhiri.
karena kalian bahkan belum memulai.
aku tidak bermaksud mengintimidasi,
kita 3 tahun bersama dan aku tahu seperti apa tetek bengek hati kamu.
dia tergila-gila dengan kamu.
maka bersabarlah, time heals every wound.
dia akan sembuh, kamu akan sembuh.
tunggu dia sembuh kalau kamu benar-benar merasa bersalah.
pertimbangkan hati dia.
bila dia tetap di dekatmu, harapannya mungkin tidak akan berhenti tumbuh.

aku sayang kalian berdua.
terima kasih telah menjadi sahabatku.
aku harap kalian tetap akan baik-baik saja.

selamat menyembuhkan diri :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

padat merayaap

ngakak. liat di tweet mas-mas mbak-mbak bikin yang hashtag nya #smp5moments. kenangannya lucu-lucu, ada yang mengenai bu surip latah 'eh jaran' iku biasane aku sing nggarai. eh dosaaaa, dosaaaaa. ngusilin orang di hidupku sama dengan hiburan tak terkira, kayak yang tadi-tadi itu sampe bikin genon nangis perkara dia kebelet pipis tapi nggak tak anterin ke kamar mandi trus tak suruh pipis di wastafel, eh nangis dia, apa salah hambaaaa? trus barusan genon marah soalnya aku bilang ke bu marinda genon pacaran. lho kan bener, tapi bu marinda gak denger, GITU AJA SAMA GENON DIBIKIN RIBUT, PELIS DEH NON, MAS ADIT IKU MARI MBOK CEKOKI BANYU TAJIN TA KOK NURUT TEMEN. masa' aku yang bikin gara-gara dia marahnya sama mas adit pacarnya yang nurut itu. katanya, 'aku iki backstreet ayahku gaeroh, engkok lek bu marinda eroh aku dikandakno ayahku, GAK LUCU GUYONMU' dalam hatiku, aku udah mendidih, 'LHA KON AKU SERIUS MBOK GAWE GUYON IKU MBOK KIRO LUCU A' aduh jadi emosi. ta...

Berita Paling Membingungkan Sedunia

Pagi ini aku terbangun dengan berita paling membingungkan sedunia. Malam tadi, kamu hanya pamit untuk tidur lebih awal. Bukan tidur untuk selama-lamanya. Keisengan macam apa ini? Tanpa keluhan, tanpa himbauan, kamu menghembuskan nafas terakhir? Aku bangun pagi dengan kebingungan, aku masih tidak tahu bagaimana aku harus merespon kabar yang aku terima. Aku bahkan tidak punya baju warna hitam. Aku tidak menangis karena aku tidak sedih. Aku hanya kebingungan. Aku sangat kebingungan. Aku berangkat sendiri menuju kediamanmu. Bertemu dengan sahabat-sahabat kita dan tatapan prihatin mereka, namun aku tetap tidak menangis. Aku masih belum bisa memahami kabar yang kuterima beberapa jam yang lalu. Bahwa manusia yang hampir tiap hari mewarnai hari-hariku telah tiada nafasnya. Aku bertemu keluargamu yang belum sempat berkenalan denganku. Mereka mengenaliku namun terlihat ragu-ragu. Aku tidak tahu arti keraguan itu, mungkin mereka masih sama bingungnya denganku. Beranjak aku menuju peti t...

Menunggu

aku jatuh cinta pada setiap keping kenangan yang kita kumpulkan bersama ketika uap dari kedua cangkir kopi kita mulai mengepul. lalu percik api dari korek di tangan kananmu menyulut anak-anaknya pada sebatang rokok yang telah tersisipkan di kedua belah bibirmu. jari telunjuk dan jari tengahmu telah bersiap mencabutnya segera setelah kamu hisap racun-racunnya. kamu berceloteh, seperti biasanya. telingaku bersukacita, baginya suaramu merupakan melodi terindah. hanya dengan kamu, aku bisa menjadi pendengar setia. mulutku, terkatup. rapat. kisah-kisahmu mengalir deras, hingga detik menit jam terlewat dan aku masih termangu menyangkutkan daguku pada kedua telapak tangan yang senantiasa menyangga dengan tidak berat hati. kamu membuat aku terpaku. tahukah kamu aku tidak pernah sediam ini? tak bisa kubayangkan bila beberapa bulan lagi mungkin aku hanya akan kembali menjadi seorang aku yang tidak merindu pada celotehmu. namun aku percaya, Tuhan tidak mempertemukan kita dengan sia-sia. yang m...