Langsung ke konten utama

and i'd go back to...

DECEMBER ALL THE TIME.
desember itu spesial, mesti sering ujan. aku suka bau tanah kering kena ujan, pasti baunya aneh yang kayak sangit gitu tapi unyu, ngangenin, kayak aku.
ini kebeneran banget di playlist keputer back to december pas ngetik posting. intinya pengen nostalgia aja, desember tahun lalu aku belom secerewet sekarang, masih unyu lugu menggemaskan dan masih berembel-embel 'adek kelas 7' sekarang udah 'mbak elek kelas 8', ya itu kata hana adek cewek setengah cowok itu sih-_-
pengen balik ke desember tahun lalu, meski ngerti bulan itu masih bodoh abis, masih gak ngerti cara jadi anak nakal yang bener. masih nggak pernah ngetem di sekolah sampe dua jam. tapi waktu itu aku inget banget seberapa bahagianya chat sama abang. eaaaaa.. dia lagi haha.
inget kan yang aku cerita aku juara 2 itu tapi aku maksa 'anggep aja juara satu' soalnya aku dan si juara satu gak bisa dibandingin lah. secara gitu juara satunya mas viktor yang seriosa an. aku cuma penyanyi baru yang belum terlalu ngerti dan nafasnya masih keputus-putus, juara ke dua (yang harusnya satu) itu buat abang. inget kan? aku pernah bilang, nanti kalo udah kelas 9 dan lulus aku mau naik ke panggung 6 kali kan? 4 kali nilai tertinggi, sekali nem tertinggi sama sekali yang hafalan juz amma itu loh. inget gak? trus sekarang nilaiku malah aduhai 'cantik'nya begini. hafalan al bayyinah malah belum sama sekali, cuma 4 ayat padahal yang lainnya udah al alaq. gimana mau maju 6 kali mich?
ya tapi berharap lah karier yang lain bisa menanjak. entah nyanyi entah cerpen. pengen bisa ngembangin tulis menulis lagi setelah sekian lama gak nulis gitu. kangen juga.
tapi meski pengen balik ke desember, hidup kan ke depan gak bisa ke belakang. jadi ya nikmatin aja ya mich ya :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

padat merayaap

ngakak. liat di tweet mas-mas mbak-mbak bikin yang hashtag nya #smp5moments. kenangannya lucu-lucu, ada yang mengenai bu surip latah 'eh jaran' iku biasane aku sing nggarai. eh dosaaaa, dosaaaaa. ngusilin orang di hidupku sama dengan hiburan tak terkira, kayak yang tadi-tadi itu sampe bikin genon nangis perkara dia kebelet pipis tapi nggak tak anterin ke kamar mandi trus tak suruh pipis di wastafel, eh nangis dia, apa salah hambaaaa? trus barusan genon marah soalnya aku bilang ke bu marinda genon pacaran. lho kan bener, tapi bu marinda gak denger, GITU AJA SAMA GENON DIBIKIN RIBUT, PELIS DEH NON, MAS ADIT IKU MARI MBOK CEKOKI BANYU TAJIN TA KOK NURUT TEMEN. masa' aku yang bikin gara-gara dia marahnya sama mas adit pacarnya yang nurut itu. katanya, 'aku iki backstreet ayahku gaeroh, engkok lek bu marinda eroh aku dikandakno ayahku, GAK LUCU GUYONMU' dalam hatiku, aku udah mendidih, 'LHA KON AKU SERIUS MBOK GAWE GUYON IKU MBOK KIRO LUCU A' aduh jadi emosi. ta...

Berita Paling Membingungkan Sedunia

Pagi ini aku terbangun dengan berita paling membingungkan sedunia. Malam tadi, kamu hanya pamit untuk tidur lebih awal. Bukan tidur untuk selama-lamanya. Keisengan macam apa ini? Tanpa keluhan, tanpa himbauan, kamu menghembuskan nafas terakhir? Aku bangun pagi dengan kebingungan, aku masih tidak tahu bagaimana aku harus merespon kabar yang aku terima. Aku bahkan tidak punya baju warna hitam. Aku tidak menangis karena aku tidak sedih. Aku hanya kebingungan. Aku sangat kebingungan. Aku berangkat sendiri menuju kediamanmu. Bertemu dengan sahabat-sahabat kita dan tatapan prihatin mereka, namun aku tetap tidak menangis. Aku masih belum bisa memahami kabar yang kuterima beberapa jam yang lalu. Bahwa manusia yang hampir tiap hari mewarnai hari-hariku telah tiada nafasnya. Aku bertemu keluargamu yang belum sempat berkenalan denganku. Mereka mengenaliku namun terlihat ragu-ragu. Aku tidak tahu arti keraguan itu, mungkin mereka masih sama bingungnya denganku. Beranjak aku menuju peti t...

Menunggu

aku jatuh cinta pada setiap keping kenangan yang kita kumpulkan bersama ketika uap dari kedua cangkir kopi kita mulai mengepul. lalu percik api dari korek di tangan kananmu menyulut anak-anaknya pada sebatang rokok yang telah tersisipkan di kedua belah bibirmu. jari telunjuk dan jari tengahmu telah bersiap mencabutnya segera setelah kamu hisap racun-racunnya. kamu berceloteh, seperti biasanya. telingaku bersukacita, baginya suaramu merupakan melodi terindah. hanya dengan kamu, aku bisa menjadi pendengar setia. mulutku, terkatup. rapat. kisah-kisahmu mengalir deras, hingga detik menit jam terlewat dan aku masih termangu menyangkutkan daguku pada kedua telapak tangan yang senantiasa menyangga dengan tidak berat hati. kamu membuat aku terpaku. tahukah kamu aku tidak pernah sediam ini? tak bisa kubayangkan bila beberapa bulan lagi mungkin aku hanya akan kembali menjadi seorang aku yang tidak merindu pada celotehmu. namun aku percaya, Tuhan tidak mempertemukan kita dengan sia-sia. yang m...