Langsung ke konten utama

hari sabtu

bukan friday, hari sabtu ku sibuk abis ngerti a. aku siang itu pulang sekolah paling ya jalan, kalo gak jalan langsung pulang ke rumah, itu pun ngetem di sekolah jadi lama, jam 2an mungkin baru pulang, nunggu di jemput setengah jam yo abis gitu cepet mandi langsung les, elek nemen. abis les, pulang, malemnya jalan, enak nemen ya hidupku, tapi pokoknya sabtu itu jarang di rumah, kayak serasa anak ilang yang gak punya kampung halaman. eh lali, arep jalan karo sopo saiki.. haha, omonganku.
hari sabtu besok sih tetep, pulang jam segituan trus les di pak seno, jam 7 malem nonton nawak-nawak roet ku futsal, unyu ya manusia macam mereka bisa futsal. <--- jok ngenyek a koyok kon iso ae mich.
tadi sempet ngamuk-ngamukan sama dora, gak ngerti ngamuk serius apa ngamuk guyon intine aku mau meso-mesoan sama doya. dora maaf ya D: mich chuyunk doya. doya chuyunk muse.
gak ngerti kenapa maleh seneng kalo dora ngomongin muse meski kadang gak ngerti tapi seneng aja liat dora sefanatik itu, sampe loncat-loncat. doya unyu kalo lagi teriak-teriak :3
gak ngerti opo o aku poseng ambek awakku dhewe. eh iya, aku udah bisa metode eliminasi loh, metode paling gampang udah cukup ngerti juga soal bikin tabel metode grafik, tinggal belajar aljabar sama fungsi. eh tapi itu susah juga sih rek, banyak banget dan aku sadar, BUTUH TEMEN YANG SUKARELA JADI GURU PRIVAT. plis.
tapi hari sabtu full buat otak kanan gitu intinya haha. soalnya males lah yaw tiap hari mikirin metode blablabl persamaan garis dan sebagainya. aku sadar loh ternyata aku lebih pinter ngerjain soal cerita daripada soal yang to the point. ini aja tadi aku bisa. doain lebih bisa lagi ya.
ini masih kamis? yah gak ada yang bilang. aku kira jumat .____.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

padat merayaap

ngakak. liat di tweet mas-mas mbak-mbak bikin yang hashtag nya #smp5moments. kenangannya lucu-lucu, ada yang mengenai bu surip latah 'eh jaran' iku biasane aku sing nggarai. eh dosaaaa, dosaaaaa. ngusilin orang di hidupku sama dengan hiburan tak terkira, kayak yang tadi-tadi itu sampe bikin genon nangis perkara dia kebelet pipis tapi nggak tak anterin ke kamar mandi trus tak suruh pipis di wastafel, eh nangis dia, apa salah hambaaaa? trus barusan genon marah soalnya aku bilang ke bu marinda genon pacaran. lho kan bener, tapi bu marinda gak denger, GITU AJA SAMA GENON DIBIKIN RIBUT, PELIS DEH NON, MAS ADIT IKU MARI MBOK CEKOKI BANYU TAJIN TA KOK NURUT TEMEN. masa' aku yang bikin gara-gara dia marahnya sama mas adit pacarnya yang nurut itu. katanya, 'aku iki backstreet ayahku gaeroh, engkok lek bu marinda eroh aku dikandakno ayahku, GAK LUCU GUYONMU' dalam hatiku, aku udah mendidih, 'LHA KON AKU SERIUS MBOK GAWE GUYON IKU MBOK KIRO LUCU A' aduh jadi emosi. ta...

Berita Paling Membingungkan Sedunia

Pagi ini aku terbangun dengan berita paling membingungkan sedunia. Malam tadi, kamu hanya pamit untuk tidur lebih awal. Bukan tidur untuk selama-lamanya. Keisengan macam apa ini? Tanpa keluhan, tanpa himbauan, kamu menghembuskan nafas terakhir? Aku bangun pagi dengan kebingungan, aku masih tidak tahu bagaimana aku harus merespon kabar yang aku terima. Aku bahkan tidak punya baju warna hitam. Aku tidak menangis karena aku tidak sedih. Aku hanya kebingungan. Aku sangat kebingungan. Aku berangkat sendiri menuju kediamanmu. Bertemu dengan sahabat-sahabat kita dan tatapan prihatin mereka, namun aku tetap tidak menangis. Aku masih belum bisa memahami kabar yang kuterima beberapa jam yang lalu. Bahwa manusia yang hampir tiap hari mewarnai hari-hariku telah tiada nafasnya. Aku bertemu keluargamu yang belum sempat berkenalan denganku. Mereka mengenaliku namun terlihat ragu-ragu. Aku tidak tahu arti keraguan itu, mungkin mereka masih sama bingungnya denganku. Beranjak aku menuju peti t...

Menunggu

aku jatuh cinta pada setiap keping kenangan yang kita kumpulkan bersama ketika uap dari kedua cangkir kopi kita mulai mengepul. lalu percik api dari korek di tangan kananmu menyulut anak-anaknya pada sebatang rokok yang telah tersisipkan di kedua belah bibirmu. jari telunjuk dan jari tengahmu telah bersiap mencabutnya segera setelah kamu hisap racun-racunnya. kamu berceloteh, seperti biasanya. telingaku bersukacita, baginya suaramu merupakan melodi terindah. hanya dengan kamu, aku bisa menjadi pendengar setia. mulutku, terkatup. rapat. kisah-kisahmu mengalir deras, hingga detik menit jam terlewat dan aku masih termangu menyangkutkan daguku pada kedua telapak tangan yang senantiasa menyangga dengan tidak berat hati. kamu membuat aku terpaku. tahukah kamu aku tidak pernah sediam ini? tak bisa kubayangkan bila beberapa bulan lagi mungkin aku hanya akan kembali menjadi seorang aku yang tidak merindu pada celotehmu. namun aku percaya, Tuhan tidak mempertemukan kita dengan sia-sia. yang m...