Langsung ke konten utama

friday friday *gaya rebekablek*

ini lagu paling gak banget buat aku, karena kita gak bisa menghayati kan mengingat kita ada di indonesia yang liburnya mulai sabtu ._.
harusnya rsbi itu liburnya sabtu sama minggu, internasional kan gitu :O
aku mau cerita apa tadi? oh iya, itu, gak jadi band, padahal udah nunggu lumaaaa, harus e kan ada, mas raksen bilangnya ada, pak seno bilangnya senen-_- pehlis, aku melok sing ngajar ae, tapi hari senen kan anak kelas 7 conver yah :/ aku ngerasain banget dulu pas kelas 7 hari senen ada band akhirnya kita ijin padahal itu pengen bolos, yah akhirnya, kita bolos cemanceman. kebeneran toh kayaknya hari ini revy sama pia juga gak masuk. pia sih udah tak tebak kayak e sakit soalnya kemaren abis di gebyor, langganan tuuuuh.
tadi dapet filem buanyaaaak dari si mas, ini lagi nonton pupus. kenapa sih aku gak pernah nangis meski berkali-kali nonton filem macem gini, cewek kan biasanya nangis :/ dengan gak nangis aku merasa gak jadi cewek ngerti gaaak.
ini sekalian ya buat orang-orang yang bilang soal username twitter ku, itu bio tuiter ku udah tak ganti, username ku juga. aku sama bagas udah selayaknya dulu pas kelas7, ngapain malu-malu lagi, toh aku ada dery, aku gak bikin dery jadi pelampiasan kok, dery itu baik suka berkorban buat aku, dery terima aku apa adanya, kalo aku sayang dery gausah heran.
udah. segitu aja, bingung mau bilang apa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

padat merayaap

ngakak. liat di tweet mas-mas mbak-mbak bikin yang hashtag nya #smp5moments. kenangannya lucu-lucu, ada yang mengenai bu surip latah 'eh jaran' iku biasane aku sing nggarai. eh dosaaaa, dosaaaaa. ngusilin orang di hidupku sama dengan hiburan tak terkira, kayak yang tadi-tadi itu sampe bikin genon nangis perkara dia kebelet pipis tapi nggak tak anterin ke kamar mandi trus tak suruh pipis di wastafel, eh nangis dia, apa salah hambaaaa? trus barusan genon marah soalnya aku bilang ke bu marinda genon pacaran. lho kan bener, tapi bu marinda gak denger, GITU AJA SAMA GENON DIBIKIN RIBUT, PELIS DEH NON, MAS ADIT IKU MARI MBOK CEKOKI BANYU TAJIN TA KOK NURUT TEMEN. masa' aku yang bikin gara-gara dia marahnya sama mas adit pacarnya yang nurut itu. katanya, 'aku iki backstreet ayahku gaeroh, engkok lek bu marinda eroh aku dikandakno ayahku, GAK LUCU GUYONMU' dalam hatiku, aku udah mendidih, 'LHA KON AKU SERIUS MBOK GAWE GUYON IKU MBOK KIRO LUCU A' aduh jadi emosi. ta...

Berita Paling Membingungkan Sedunia

Pagi ini aku terbangun dengan berita paling membingungkan sedunia. Malam tadi, kamu hanya pamit untuk tidur lebih awal. Bukan tidur untuk selama-lamanya. Keisengan macam apa ini? Tanpa keluhan, tanpa himbauan, kamu menghembuskan nafas terakhir? Aku bangun pagi dengan kebingungan, aku masih tidak tahu bagaimana aku harus merespon kabar yang aku terima. Aku bahkan tidak punya baju warna hitam. Aku tidak menangis karena aku tidak sedih. Aku hanya kebingungan. Aku sangat kebingungan. Aku berangkat sendiri menuju kediamanmu. Bertemu dengan sahabat-sahabat kita dan tatapan prihatin mereka, namun aku tetap tidak menangis. Aku masih belum bisa memahami kabar yang kuterima beberapa jam yang lalu. Bahwa manusia yang hampir tiap hari mewarnai hari-hariku telah tiada nafasnya. Aku bertemu keluargamu yang belum sempat berkenalan denganku. Mereka mengenaliku namun terlihat ragu-ragu. Aku tidak tahu arti keraguan itu, mungkin mereka masih sama bingungnya denganku. Beranjak aku menuju peti t...

Menunggu

aku jatuh cinta pada setiap keping kenangan yang kita kumpulkan bersama ketika uap dari kedua cangkir kopi kita mulai mengepul. lalu percik api dari korek di tangan kananmu menyulut anak-anaknya pada sebatang rokok yang telah tersisipkan di kedua belah bibirmu. jari telunjuk dan jari tengahmu telah bersiap mencabutnya segera setelah kamu hisap racun-racunnya. kamu berceloteh, seperti biasanya. telingaku bersukacita, baginya suaramu merupakan melodi terindah. hanya dengan kamu, aku bisa menjadi pendengar setia. mulutku, terkatup. rapat. kisah-kisahmu mengalir deras, hingga detik menit jam terlewat dan aku masih termangu menyangkutkan daguku pada kedua telapak tangan yang senantiasa menyangga dengan tidak berat hati. kamu membuat aku terpaku. tahukah kamu aku tidak pernah sediam ini? tak bisa kubayangkan bila beberapa bulan lagi mungkin aku hanya akan kembali menjadi seorang aku yang tidak merindu pada celotehmu. namun aku percaya, Tuhan tidak mempertemukan kita dengan sia-sia. yang m...