Langsung ke konten utama

menyoal cinta-cintaan

lama sekali ya saya nggak ngomongin cinta-cintaan, haha.
sekarang saya mau ngomongin lagi, dan kali ini bukan lagi .. ehm, someone special
kenapa? karena udah nggak ada cerita soal dia dan gak ada alasan buat nyeritain.
sebenernya saya sudah menganggap hubungan ini sebatas kakak adik saja,
ngerti? dia udah punya pujaan hati lain (dari dulu hingga sekarang)
dan saya .. ada keterkaitan dengan roh lain.
percayalah, ketika saya mulai mengetik posting ini saya berdoa semoga ia tidak membaca blog saya. he's perfect, semua cewek mungkin pengen pacar kayak dia, dan melepaskan dia adalah suatu hal yang sangat sulit sekali, apalagi jika suatu hari ia mengejar mimpinya dan terpaksa harus pergi jauh dari .. kota ini.
dia figur terbaik yang pernah ada di hidup saya, tebak siapa.
kemungkinannya ada dua, ia benar-benar tidak suka aku ada di kehidupannya
atau kemungkinan kedua, ia membuatku lupa akan dirinya sehingga nanti ketika ia tak ada disampingku semua akan baik-baik saja. dia pernah bilang aku tidak pernah optimis, selalu pesimis, dan yang ada dalam hatiku, aku lebih pesimis terhadap kemungkinan kedua tadi.
aku suka caranya membuatku tertawa, aku suka ketika ia menganggapku bodoh, aku suka ketika ia berkomentar soal poniku dulu, aku suka semua bagian dari dirinya meskipun mungkin ia tidak pernah menyukai satupun bagian dari diriku.
aku suka meskipun dia ngomongnya dikit, aku suka dia yang suka cuek ke aku, aku suka dia waktu nggak nyembah cewek-cewek itu, aku suka dia yang nyuekin aku karena ngaskus, dia yang pengetahuannya luas, suka sejarah perang dan ideologi politik. dia yang sering nasehatin aku buat rajin belajar.
dia yang DULU sering nyuruh posting.

dan sekarang? saya mulai pesimis nggak bisa menemukan manusia sesempurna dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

padat merayaap

ngakak. liat di tweet mas-mas mbak-mbak bikin yang hashtag nya #smp5moments. kenangannya lucu-lucu, ada yang mengenai bu surip latah 'eh jaran' iku biasane aku sing nggarai. eh dosaaaa, dosaaaaa. ngusilin orang di hidupku sama dengan hiburan tak terkira, kayak yang tadi-tadi itu sampe bikin genon nangis perkara dia kebelet pipis tapi nggak tak anterin ke kamar mandi trus tak suruh pipis di wastafel, eh nangis dia, apa salah hambaaaa? trus barusan genon marah soalnya aku bilang ke bu marinda genon pacaran. lho kan bener, tapi bu marinda gak denger, GITU AJA SAMA GENON DIBIKIN RIBUT, PELIS DEH NON, MAS ADIT IKU MARI MBOK CEKOKI BANYU TAJIN TA KOK NURUT TEMEN. masa' aku yang bikin gara-gara dia marahnya sama mas adit pacarnya yang nurut itu. katanya, 'aku iki backstreet ayahku gaeroh, engkok lek bu marinda eroh aku dikandakno ayahku, GAK LUCU GUYONMU' dalam hatiku, aku udah mendidih, 'LHA KON AKU SERIUS MBOK GAWE GUYON IKU MBOK KIRO LUCU A' aduh jadi emosi. ta...

Berita Paling Membingungkan Sedunia

Pagi ini aku terbangun dengan berita paling membingungkan sedunia. Malam tadi, kamu hanya pamit untuk tidur lebih awal. Bukan tidur untuk selama-lamanya. Keisengan macam apa ini? Tanpa keluhan, tanpa himbauan, kamu menghembuskan nafas terakhir? Aku bangun pagi dengan kebingungan, aku masih tidak tahu bagaimana aku harus merespon kabar yang aku terima. Aku bahkan tidak punya baju warna hitam. Aku tidak menangis karena aku tidak sedih. Aku hanya kebingungan. Aku sangat kebingungan. Aku berangkat sendiri menuju kediamanmu. Bertemu dengan sahabat-sahabat kita dan tatapan prihatin mereka, namun aku tetap tidak menangis. Aku masih belum bisa memahami kabar yang kuterima beberapa jam yang lalu. Bahwa manusia yang hampir tiap hari mewarnai hari-hariku telah tiada nafasnya. Aku bertemu keluargamu yang belum sempat berkenalan denganku. Mereka mengenaliku namun terlihat ragu-ragu. Aku tidak tahu arti keraguan itu, mungkin mereka masih sama bingungnya denganku. Beranjak aku menuju peti t...

Menunggu

aku jatuh cinta pada setiap keping kenangan yang kita kumpulkan bersama ketika uap dari kedua cangkir kopi kita mulai mengepul. lalu percik api dari korek di tangan kananmu menyulut anak-anaknya pada sebatang rokok yang telah tersisipkan di kedua belah bibirmu. jari telunjuk dan jari tengahmu telah bersiap mencabutnya segera setelah kamu hisap racun-racunnya. kamu berceloteh, seperti biasanya. telingaku bersukacita, baginya suaramu merupakan melodi terindah. hanya dengan kamu, aku bisa menjadi pendengar setia. mulutku, terkatup. rapat. kisah-kisahmu mengalir deras, hingga detik menit jam terlewat dan aku masih termangu menyangkutkan daguku pada kedua telapak tangan yang senantiasa menyangga dengan tidak berat hati. kamu membuat aku terpaku. tahukah kamu aku tidak pernah sediam ini? tak bisa kubayangkan bila beberapa bulan lagi mungkin aku hanya akan kembali menjadi seorang aku yang tidak merindu pada celotehmu. namun aku percaya, Tuhan tidak mempertemukan kita dengan sia-sia. yang m...