Pada sebuah kota yang besar dan modern, merindukan Aku menjadi sesuatu yang asing bagimu. Merindukan Aku menjadi sesuatu yang aneh untukmu, Tidak membuatmu terganggu, tidak juga membuatmu kembali mau. Aneh, sepertiku. Pada suatu kota yang besar dan modern, dalam sebuah percakapan dengan Ibu melalui telepon selulermu, kamu merindukan Aku. Pada saat itu, kamu merasa bahwa merindukan Aku adalah kebiasaan yang tidak sehat dan harus segera dihentikan. Kamu hanya belum tahu, kamu kecanduan Aku. Pada sebuah kota yang besar dan modern, kamu lulus dari perguruan tinggi dan kawin dengan rekan kerjamu. Kalian membangun karir dan beranak pinak dalam sebuah kota yang tidak ramah, namun tidak membuatmu kunjung beranjak. Kalian bermukim di sebuah kota yang besar dan modern, bekerja, mencari bahagia, bercinta. Lalu pada sebuah malam, setelah istrimu melenguh lega, kamu mulai kembali merindukan Aku. Pada sebuah kota yang besar dan modern, setelah membacakan dongeng pada anakmu dan mengantar mereka tidur, kamu merindukan Aku. Rasa bersalah menyelimutimu, namun ada rasa nyaman dari merindukan Aku. Pada sebuah kota yang besar dan modern, kamu bersiap untuk terlelap, menggosok gigi dan mencuci kaki. Lelah menyelimuti ragamu, namun kedua matamu tak kunjung terpejam. Memorimu berjalan jauh, menemui seorang Aku. Pada sebuah kota yang besar dan modern, kamu merindukan Aku, terus dan terus. Kamu merindukan Aku hingga rindumu lelah melihat dirinya sendiri di cermin bayang-bayangku. Pada sebuah kota yang besar dan modern, jiwamu melelah dan merindukan Aku. Satu-satunya kenangan akan masa mudamu, mimpi-mimpimu, kekasihmu.
ngakak. liat di tweet mas-mas mbak-mbak bikin yang hashtag nya #smp5moments. kenangannya lucu-lucu, ada yang mengenai bu surip latah 'eh jaran' iku biasane aku sing nggarai. eh dosaaaa, dosaaaaa. ngusilin orang di hidupku sama dengan hiburan tak terkira, kayak yang tadi-tadi itu sampe bikin genon nangis perkara dia kebelet pipis tapi nggak tak anterin ke kamar mandi trus tak suruh pipis di wastafel, eh nangis dia, apa salah hambaaaa? trus barusan genon marah soalnya aku bilang ke bu marinda genon pacaran. lho kan bener, tapi bu marinda gak denger, GITU AJA SAMA GENON DIBIKIN RIBUT, PELIS DEH NON, MAS ADIT IKU MARI MBOK CEKOKI BANYU TAJIN TA KOK NURUT TEMEN. masa' aku yang bikin gara-gara dia marahnya sama mas adit pacarnya yang nurut itu. katanya, 'aku iki backstreet ayahku gaeroh, engkok lek bu marinda eroh aku dikandakno ayahku, GAK LUCU GUYONMU' dalam hatiku, aku udah mendidih, 'LHA KON AKU SERIUS MBOK GAWE GUYON IKU MBOK KIRO LUCU A' aduh jadi emosi. ta...
Komentar
Posting Komentar