Langsung ke konten utama

the best part

jarang ya sekarang posting yang gembira. nih.
malem ini edisi khusus curhat abis-abisan. eh tapi sapa yang baca juga -_-
this post will tell you the best part of being anak kelas 9. sihyiii.

pertama. yang jelas main lebih bebas. kita sendiri yang harus nentuin kapan kita berhenti main. ibuk sama ayah mulai ngebebasin deh, semacem "yang nanggung kamu sendiri". jadi lebih tanggung jawab, lebih ngerti kalo hidup gak cuma buat seneng-seneng.

kedua. new friends. SEMBILAN DUA. deket sih sama semuanya. hampir. paling deket sama kelompok belajar tercinta. hayckel, deco, nanda, epong. lima sekawan yang akan mengguncang dunia. muahahahahaha. nanti indonesia harus jadi negara maju ya kalo pemimpinnya kita.

tiga. busy. seneng rasanya otak kepake kerja lagi. gak cuma buat mikir jorok doang. dari awalnya gak ngerti apa pun sekarang udah mulai ngerti tetek bengek rumus-rumus matematika dan fisika. seenggaknya inget dikit-dikit deh. 

empat. respect. jadi ngerti gimana rasanya udah usaha tapi gak dihargain. jadi kalo mau ngeremehin orang harus mikir-mikir dulu emang dia udah usaha bener atau cuma setengah-setengah. semua orang di dunia pasti suka di hargain.apalagi kalo usahanya udah maksimal.

lima. bersyukur. hidup gak segampang dulu. waktu mau liat hermawan tinggal noleh ke kiri. waktu mau jawaban tinggal towel-towel dede. dan kalo pengen main tinggal minta uang sama sms yang lain. sekarang mau ketemu hermawan harus atur jadwal dulu, itu pun kadang masih gak jadi. mau jawaban, ya harus belajar. bisa sih nyontek, tapi kalo nyontek, kapan bisa kerja sendiri? mau main kayaknya harus mikir seribu kali. tugas masih numpuk, badan udah ringkih. susah mau kemana-mana takut sakit, takut kenapa-napa, dan capek. satu-satunya hiburan cuma, tidur.online aja jarang.

and the last but not least, TURUN BERAT BADAN !! fight ! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ritual Mengganti Seprei (her)

Kepada seseorang yang hatinya pernah kuremukkan lalu kususun kembali dengan tatanan yang tidak tepat, mungkin malam ini kamu sibuk mengerjap, memandangi langit-langit kamar yang kosong sembari membiarkan memori tentang pertengkaran serta pertukaran kenangan kita di belakang kedua matamu. Begitu pula dengan Aku, yang sibuk berandai-andai bagaimana esok pagi akan kulewatkan tanpa membuatkanmu sepiring panekuk yang terlalu matang dan tidak kamu suka, tapi tetap kamu makan karena kamu tahu hanya itu yang bisa aku buat. Aroma kopi yang tiap pagi Aku buatkan untukmu, tiga sendok bubuk kopi dan satu sendok gula yang diseduh dengan air panas hasil rebusan, masih lekat di remang-remang indra penciumanku. Segala kesibukan yang dulu terasa berat dan tidak menyenangkan, kini terasa kian dirindukan. Sepiring panekuk dan secangkir kopi yang kamu balas dengan senyum dan kecup di pipi kananku, Aku selalu suka. Kamu selalu bersikukuh untuk sarapan, meski setelah itu kegiatanmu hanya seputar bergelu...

terima kasih sebanyak - banyaknya bisa saya bilang

pertama saya mau terima kasih buat Revy Tiara Zahra , yang sudah merombak habis - habisan blog saya jadi terlihat seperti blog cewek (?) good job kedua mau terima kasih buat Bunda , panggilan saya kepada mamanya Revy yang sudah menginspirasi banyak puisi serta cerpen dengan menggunakan bahasa yang lebih menggugah jiwa ketiga buat Virza yang tetep nemenin chat di facebook saat yang laen udah ke twitter (twitter lagi) keempat buat 'someone special' yang mau fotonya sama foto saya pas interview dan baru kenal dulu dibikin profile picture saya kelima buat Mas Danniar atau Mas Dandong yang mau ngasih traktiran besok walopun kayaknya saya cuma minta permen milkita emutan (lollipop maksudnya) keenam .. keenam .. sapa ya ? jadi lupa . keenam buat saya sendiri yang senantiasa ingin membahagiakan orang sekitar walaupun masih belum yakin apakah bisa membahagiakan diri sendiri :p oh iya , ini untuk ketujuh dan seterusnya , makasih buat temen - temen yang suka baca blog saya (g...

Menjadi Rumah

Sudahkah kamu pulang? Pulanglah, peluklah amarahmu. Bersedihlah, menangislah. Tersenyumlah. Karena dalam setiap amarahmu akan ada ketenangan yang menerimamu kembali. Ada ketenangan yang menjadi rumah bagi amarahmu. Karena dalam sedih dan tangismu akan ada bahagia dan peluk-peluknya. Ada bahagia yang menjadi rumah bagi mereka. Maka tersenyumlah, karena ada kisah-kisah sendu yang siap menerimamu kembali. Ada kisah sendu yang menjadi rumah bagi senyummu. Mengingatkanmu kembali pada aroma seorang yang pernah membuatmu patah hati dan kembali berdiri dua kali lebih tegar. Mengingatkanmu atas gelak tawa di tengah malam ketika letih melanda dan lelucon apapun terasa lucu. Mengingatkanmu pada sore-sore yang dihabiskan dengan berkendara. Sudahkah kamu pulang? Pulanglah, peluklah dirimu. Pulanglah, karena tanpa bahagia kamu bisa pulang. Pulanglah, karena amarah juga merindukanmu. Pulanglah, tidak ada yang salah dengan menjadi rapuh.