Langsung ke konten utama

firasat dan penjabarannya


"kemarin kulihat awan membentuk wajahmu
desah angin meniupkan namamu
tubuhku terpaku semalam"

-aku tak bisa tidur nyenyak sebelum mengusir bayangmu
dalam angan. yang terlanjur melekat erat,
terlalu manja untuk diusik kehadiratnya-

"bulan sabit melengkungkan senyummu
tabur bintang serupa kilau auramu
aku pun sadari, ku segera berlari"

-entah, semenjak hari itu semua terasa berbeda.
khususnya pandangku terhadapmu.
aku cinta padamu-

"cepat pulang
cepat kembali, jangan pergi lagi
firasatku ingin kau tuk cepat pulang
cepat kembali, jangan pergi lagi"

-kenapa terlalu cepat pergi?
aku masih mengejar, sayang.
izinkan .. -

"alirnya bagai sungai yang mendamba samudera
ku tahu pasti kemanakan ku bermuara
semoga ada waktu, sayangku"

-siapa lagi tujuanku, kekasih?
hanya kamu. kembali?-

"ku percaya alam pun berbahasa
ada makna di balik semua pertanda
firasat ini rasa rindukah atau kah tanda bahaya
aku tak peduli, ku terus berlari"

-mimpi itu persis sama ketika rasa itu muncul
kamu kah ?-

"dan lihatlah sayang
hujan terus membasahi
seolah turun air mata"

-lihat, awan pun menangis tanpamu.
bagaimana aku?-

"aku pun sadari
engkaulah firasat hati..."

Komentar