Langsung ke konten utama

sugesti

tatap mata sayaaaaa.. bilang saya unyuuu.. bilang saya unyuuu..
gak usah deh, ntar makin dosa kamu banyak boong.
mich tetap seperti sedia kala yang maju mundur mau sms si mas. moga aja si mas kurang gaul jadi gak pernah baca blogku eapz.
aku gak ngerti ya entah scanner nya bermasalah ato gimana. tapi rumangsaku aku ngerjain bener. dan nyatanya kenapa hanya berbuah 68? dafuq. kerja kerasku dihargai 68 oleh entah scanner atau software bodoh itu.
intine aku gak trimo ya. coba wes cocokin secara manual. lagian halokes ku tercinta itu kan banyak guru yang baru masuk dan masih muda, mata nya masih sehat kan ya?
kalo kayak gini terus gak heran lah mutunya makin tahun makin diragukan.
eh hari ini hari blogger sedunia ? unyu bet. aku blogger bukan eapz.
kenapa sih ada hari blogger ada hari listrik hari pajak kenapa gak ada hari mich? #emangelohsappah
ini posting malem habis nganterin revy ke matos cari baju buat lomba dance nya memperingati hari pajak itu. trus ikut dia ke xp nonton latihan dance sambil tuiteran.
oh iya tadi iseng sih sms masnya, udah delivered cuman ya katanya pulsanya abis ._.
entah ini otakku terlalu pintar atau bagaimana tapi aku punya strategi begini:
sms (pulsanya abis) ---> di sms balik nanyain ini sapa kalo udah punya pulsa ---> bales smsnya ---> smsan
gak masuk akal ya, yawes. aku bubugh duluwch. bubugh di tuiter.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ritual Mengganti Seprei (her)

Kepada seseorang yang hatinya pernah kuremukkan lalu kususun kembali dengan tatanan yang tidak tepat, mungkin malam ini kamu sibuk mengerjap, memandangi langit-langit kamar yang kosong sembari membiarkan memori tentang pertengkaran serta pertukaran kenangan kita di belakang kedua matamu. Begitu pula dengan Aku, yang sibuk berandai-andai bagaimana esok pagi akan kulewatkan tanpa membuatkanmu sepiring panekuk yang terlalu matang dan tidak kamu suka, tapi tetap kamu makan karena kamu tahu hanya itu yang bisa aku buat. Aroma kopi yang tiap pagi Aku buatkan untukmu, tiga sendok bubuk kopi dan satu sendok gula yang diseduh dengan air panas hasil rebusan, masih lekat di remang-remang indra penciumanku. Segala kesibukan yang dulu terasa berat dan tidak menyenangkan, kini terasa kian dirindukan. Sepiring panekuk dan secangkir kopi yang kamu balas dengan senyum dan kecup di pipi kananku, Aku selalu suka. Kamu selalu bersikukuh untuk sarapan, meski setelah itu kegiatanmu hanya seputar bergelu...

terima kasih sebanyak - banyaknya bisa saya bilang

pertama saya mau terima kasih buat Revy Tiara Zahra , yang sudah merombak habis - habisan blog saya jadi terlihat seperti blog cewek (?) good job kedua mau terima kasih buat Bunda , panggilan saya kepada mamanya Revy yang sudah menginspirasi banyak puisi serta cerpen dengan menggunakan bahasa yang lebih menggugah jiwa ketiga buat Virza yang tetep nemenin chat di facebook saat yang laen udah ke twitter (twitter lagi) keempat buat 'someone special' yang mau fotonya sama foto saya pas interview dan baru kenal dulu dibikin profile picture saya kelima buat Mas Danniar atau Mas Dandong yang mau ngasih traktiran besok walopun kayaknya saya cuma minta permen milkita emutan (lollipop maksudnya) keenam .. keenam .. sapa ya ? jadi lupa . keenam buat saya sendiri yang senantiasa ingin membahagiakan orang sekitar walaupun masih belum yakin apakah bisa membahagiakan diri sendiri :p oh iya , ini untuk ketujuh dan seterusnya , makasih buat temen - temen yang suka baca blog saya (g...

Menjadi Rumah

Sudahkah kamu pulang? Pulanglah, peluklah amarahmu. Bersedihlah, menangislah. Tersenyumlah. Karena dalam setiap amarahmu akan ada ketenangan yang menerimamu kembali. Ada ketenangan yang menjadi rumah bagi amarahmu. Karena dalam sedih dan tangismu akan ada bahagia dan peluk-peluknya. Ada bahagia yang menjadi rumah bagi mereka. Maka tersenyumlah, karena ada kisah-kisah sendu yang siap menerimamu kembali. Ada kisah sendu yang menjadi rumah bagi senyummu. Mengingatkanmu kembali pada aroma seorang yang pernah membuatmu patah hati dan kembali berdiri dua kali lebih tegar. Mengingatkanmu atas gelak tawa di tengah malam ketika letih melanda dan lelucon apapun terasa lucu. Mengingatkanmu pada sore-sore yang dihabiskan dengan berkendara. Sudahkah kamu pulang? Pulanglah, peluklah dirimu. Pulanglah, karena tanpa bahagia kamu bisa pulang. Pulanglah, karena amarah juga merindukanmu. Pulanglah, tidak ada yang salah dengan menjadi rapuh.