Langsung ke konten utama

penulis baik-baik

teraweh kemaren itu lo ya .. imam nya sumpah nggarai ngantuk. mau gak ikut witir tapi eman. paling di rumah nanti aku malah gak tahajud. yawes aku ikut masio sambil angop-angop.
hari ini aku belajar pake jilbab buat tanggal 6. kan pondok romadhon :3
katanya kelas 8 pondok romadhon nya buka bersama ya? bagus deh kalo gitu gak usah buka bersama lagi, kan udah di sekolah. aku males e ngurus-ngurus gitu, salah aku lak gak ada ide, lek ada paling dadi semrawut.
eh ngerti es krim cookies gak? yang ada oreo-oreo nya. aku pengen itu. tapi ya buat apa, aku ngerti itu gak bakal kesampean. kalo mau aku beli es krim ya yang rasa vanilla trus aku ngremukin oreo. dicampur. duh itu mainan ku pas kecil.
sakjane ya aku ini gak ada kerjaan. mau nulis cerpen males. jadi aku gak ngerti kapan aku jadi penulis baik-baik. kayak gini ini rasanya aku gak serius dalam menekuni bidang yang jadi cita-citaku. iya kan?
sebenernya .. ide, banyak. waktu, melebihi batas. tapi ya gitu, aku kurang percaya ae. dan aku malah terbuai belaian twitter ._.
di cyber itu sebenernya aku gak ada kerjaan, tapi kalo udah di depan ms word mesti adaaaa aja rintangannya. ide banyak jadi males dicurahin.
sia-sia kayaknya aku bikin file 20 aja kalo aku males ya gak bisa tak kerjain.
aku ada ide buber. 82 sekalian 83. ngertia kenapa? aku males lek ketemu 'anak-anak itu' buber e lo gak rame. tapi ya gitu resikonya lek misale aku guyone mek mbek arek 83 dadi arek kelasku merasa diacuhkan ketuanya. BABAH SE. SALAHE SOPO KON MENENG NJEGIDHEG NGGILANI NGONO.
heran. sampe sekarang. kenapa mereka belum bisa beradaptasi dengan lingkungan bajingan baik-baik. ini sangat menyedihkan. gimana mereka tetap bisa hidup dengan diamnya? what the fuck is wrong with you?
wes ah. capek akuuu dadaaa.. mau ngutek blog. paling abis ini ganti template.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ritual Mengganti Seprei (her)

Kepada seseorang yang hatinya pernah kuremukkan lalu kususun kembali dengan tatanan yang tidak tepat, mungkin malam ini kamu sibuk mengerjap, memandangi langit-langit kamar yang kosong sembari membiarkan memori tentang pertengkaran serta pertukaran kenangan kita di belakang kedua matamu. Begitu pula dengan Aku, yang sibuk berandai-andai bagaimana esok pagi akan kulewatkan tanpa membuatkanmu sepiring panekuk yang terlalu matang dan tidak kamu suka, tapi tetap kamu makan karena kamu tahu hanya itu yang bisa aku buat. Aroma kopi yang tiap pagi Aku buatkan untukmu, tiga sendok bubuk kopi dan satu sendok gula yang diseduh dengan air panas hasil rebusan, masih lekat di remang-remang indra penciumanku. Segala kesibukan yang dulu terasa berat dan tidak menyenangkan, kini terasa kian dirindukan. Sepiring panekuk dan secangkir kopi yang kamu balas dengan senyum dan kecup di pipi kananku, Aku selalu suka. Kamu selalu bersikukuh untuk sarapan, meski setelah itu kegiatanmu hanya seputar bergelu...

terima kasih sebanyak - banyaknya bisa saya bilang

pertama saya mau terima kasih buat Revy Tiara Zahra , yang sudah merombak habis - habisan blog saya jadi terlihat seperti blog cewek (?) good job kedua mau terima kasih buat Bunda , panggilan saya kepada mamanya Revy yang sudah menginspirasi banyak puisi serta cerpen dengan menggunakan bahasa yang lebih menggugah jiwa ketiga buat Virza yang tetep nemenin chat di facebook saat yang laen udah ke twitter (twitter lagi) keempat buat 'someone special' yang mau fotonya sama foto saya pas interview dan baru kenal dulu dibikin profile picture saya kelima buat Mas Danniar atau Mas Dandong yang mau ngasih traktiran besok walopun kayaknya saya cuma minta permen milkita emutan (lollipop maksudnya) keenam .. keenam .. sapa ya ? jadi lupa . keenam buat saya sendiri yang senantiasa ingin membahagiakan orang sekitar walaupun masih belum yakin apakah bisa membahagiakan diri sendiri :p oh iya , ini untuk ketujuh dan seterusnya , makasih buat temen - temen yang suka baca blog saya (g...

Menjadi Rumah

Sudahkah kamu pulang? Pulanglah, peluklah amarahmu. Bersedihlah, menangislah. Tersenyumlah. Karena dalam setiap amarahmu akan ada ketenangan yang menerimamu kembali. Ada ketenangan yang menjadi rumah bagi amarahmu. Karena dalam sedih dan tangismu akan ada bahagia dan peluk-peluknya. Ada bahagia yang menjadi rumah bagi mereka. Maka tersenyumlah, karena ada kisah-kisah sendu yang siap menerimamu kembali. Ada kisah sendu yang menjadi rumah bagi senyummu. Mengingatkanmu kembali pada aroma seorang yang pernah membuatmu patah hati dan kembali berdiri dua kali lebih tegar. Mengingatkanmu atas gelak tawa di tengah malam ketika letih melanda dan lelucon apapun terasa lucu. Mengingatkanmu pada sore-sore yang dihabiskan dengan berkendara. Sudahkah kamu pulang? Pulanglah, peluklah dirimu. Pulanglah, karena tanpa bahagia kamu bisa pulang. Pulanglah, karena amarah juga merindukanmu. Pulanglah, tidak ada yang salah dengan menjadi rapuh.