Langsung ke konten utama

gak rilek

ini baru jalan setengah hari sih. tapi pasti nanti malem aku gak sempet buat cerita disini.
jadi sekarang aja ya.
nanti aku mau buka bersama keluargaaaa. di gondanglegi. enak sih ada alesan buat gak teraweh #eh tapi yaaa agak gimanaaa gitu. kayak ada yang ngganjel.
eh ternyata selama ini aku asal nuduh-nuduh bagaaas, sorry ya gaaaas :O
tak pikir bagas jahat ke aku, ternyata bagas emang gak onlen hehe.
duh kayak gak ada dosa gini aku ngomong ya. 
tadi bagas tak suruh baca blogku. padahal blogku kan isinya dia semuaaaaaa.
di tuit rame poool. jadi kelabakan. mana ada yang ngasih pic-pic jus alpukat :9 anjiiir
tadi sempet smsan sama deryan, seruuuu ditambah insiden maksa itu. aku dipaksa mandi. kalo deryan pulang jumatan harus udah mandi. lha kok ternyata jumatan nya bentar banget. apa aku aja yang gak kerasa soalnya online terus. entaah.
trus juga di sms nomernya sapa ituh gak ngerti yang ternyata itu ikum. masya Allah, kenal setahun aku gak ngerti nomere dhe.e, kenapa sih kaskuser suka gak punya hape?
trus setelah ikum. adaaaa lagi yang sms. mana alay beyudth. eh ternyata ia temanku SD hingga SMP. husni -.- entut dikau ngaku-ngaku bagas. bagas kan gak alay kayak ente gan B|
aku wes heboh padahal ndek omah wes joget-joget, ternyata oh ternyata .. husniiiiiiii.
andai aku cowok ya. nanti pas pondok romadhon pasti husni udah tak pasangin kudung kayak pas SD dulu hiiiiiiih. aku sebel pooool. wes .. ikhlas .. ikhlaaaas .. kayak iklannya axis yang lama :p
sek aku tak engkel-engkelan sama husni.
pokoknya hari ini tiada kesan tanpa kehadiranmu gaaaaas :*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ritual Mengganti Seprei (her)

Kepada seseorang yang hatinya pernah kuremukkan lalu kususun kembali dengan tatanan yang tidak tepat, mungkin malam ini kamu sibuk mengerjap, memandangi langit-langit kamar yang kosong sembari membiarkan memori tentang pertengkaran serta pertukaran kenangan kita di belakang kedua matamu. Begitu pula dengan Aku, yang sibuk berandai-andai bagaimana esok pagi akan kulewatkan tanpa membuatkanmu sepiring panekuk yang terlalu matang dan tidak kamu suka, tapi tetap kamu makan karena kamu tahu hanya itu yang bisa aku buat. Aroma kopi yang tiap pagi Aku buatkan untukmu, tiga sendok bubuk kopi dan satu sendok gula yang diseduh dengan air panas hasil rebusan, masih lekat di remang-remang indra penciumanku. Segala kesibukan yang dulu terasa berat dan tidak menyenangkan, kini terasa kian dirindukan. Sepiring panekuk dan secangkir kopi yang kamu balas dengan senyum dan kecup di pipi kananku, Aku selalu suka. Kamu selalu bersikukuh untuk sarapan, meski setelah itu kegiatanmu hanya seputar bergelu...

terima kasih sebanyak - banyaknya bisa saya bilang

pertama saya mau terima kasih buat Revy Tiara Zahra , yang sudah merombak habis - habisan blog saya jadi terlihat seperti blog cewek (?) good job kedua mau terima kasih buat Bunda , panggilan saya kepada mamanya Revy yang sudah menginspirasi banyak puisi serta cerpen dengan menggunakan bahasa yang lebih menggugah jiwa ketiga buat Virza yang tetep nemenin chat di facebook saat yang laen udah ke twitter (twitter lagi) keempat buat 'someone special' yang mau fotonya sama foto saya pas interview dan baru kenal dulu dibikin profile picture saya kelima buat Mas Danniar atau Mas Dandong yang mau ngasih traktiran besok walopun kayaknya saya cuma minta permen milkita emutan (lollipop maksudnya) keenam .. keenam .. sapa ya ? jadi lupa . keenam buat saya sendiri yang senantiasa ingin membahagiakan orang sekitar walaupun masih belum yakin apakah bisa membahagiakan diri sendiri :p oh iya , ini untuk ketujuh dan seterusnya , makasih buat temen - temen yang suka baca blog saya (g...

Menjadi Rumah

Sudahkah kamu pulang? Pulanglah, peluklah amarahmu. Bersedihlah, menangislah. Tersenyumlah. Karena dalam setiap amarahmu akan ada ketenangan yang menerimamu kembali. Ada ketenangan yang menjadi rumah bagi amarahmu. Karena dalam sedih dan tangismu akan ada bahagia dan peluk-peluknya. Ada bahagia yang menjadi rumah bagi mereka. Maka tersenyumlah, karena ada kisah-kisah sendu yang siap menerimamu kembali. Ada kisah sendu yang menjadi rumah bagi senyummu. Mengingatkanmu kembali pada aroma seorang yang pernah membuatmu patah hati dan kembali berdiri dua kali lebih tegar. Mengingatkanmu atas gelak tawa di tengah malam ketika letih melanda dan lelucon apapun terasa lucu. Mengingatkanmu pada sore-sore yang dihabiskan dengan berkendara. Sudahkah kamu pulang? Pulanglah, peluklah dirimu. Pulanglah, karena tanpa bahagia kamu bisa pulang. Pulanglah, karena amarah juga merindukanmu. Pulanglah, tidak ada yang salah dengan menjadi rapuh.