Langsung ke konten utama

buber

buber itu buka bersama. eh nggak tanya ya? tapi intinya gitu lah. aku dulu sering banget buber pas mulai kelas 7.
buber pertamaku sama mbak ning, mbak dianluxy, mbak anggi sama KKG.
trus buber kedua itu sama anak SD. sumpah itu buber paling malu-maluin poool.
trus pas itu juga sebenernya aku mau buber sama juthig tapi aku gak ikut. udah cerita kan?
aku onlen baru jam segini trus tiba-tiba liat ikum onlen jadi inget dulu pertama juthig puasa kan belum terlalu kenal satu sama lain, bu ermi tanya siapa yang puasanya udah bolong, ikum langsung ngacung. langsung heran semua. trus kata ikum dia IBUNYA TIGA dan tiga-tiganya berhalangan jadi dia gak dibangunin sahur. ngerti maksudnya? ibunya tiga itu maksudnya tante, ibu, sama budhe.
aku ngakak pol pas inget kejadian itu, belum kenal aja ikum udah ngelucu ya.
bagas juga dulu gitu, pas MOS aja dia udah mulai nggarapi kakak kelas, keterusan kan sampe sekarang, gak kakak kelas thok, sampe guru-guru aja digarapi sama bagas. moro pas kenaikan kelas bagas ranking 3. padahal biasanya bagas nyontek aku, aku nyontek aisyah ._.
eh kok topiknya berubah drastis gini.
intine bulan ramadhan tahun ini jadwal buber ku lebih lebih lebiiiiiih padet pol.
enak lah yaaaw. gak bosen buka di rumah yang itu itu toook.
wes ah, pusing aku. beneran iki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ritual Mengganti Seprei (her)

Kepada seseorang yang hatinya pernah kuremukkan lalu kususun kembali dengan tatanan yang tidak tepat, mungkin malam ini kamu sibuk mengerjap, memandangi langit-langit kamar yang kosong sembari membiarkan memori tentang pertengkaran serta pertukaran kenangan kita di belakang kedua matamu. Begitu pula dengan Aku, yang sibuk berandai-andai bagaimana esok pagi akan kulewatkan tanpa membuatkanmu sepiring panekuk yang terlalu matang dan tidak kamu suka, tapi tetap kamu makan karena kamu tahu hanya itu yang bisa aku buat. Aroma kopi yang tiap pagi Aku buatkan untukmu, tiga sendok bubuk kopi dan satu sendok gula yang diseduh dengan air panas hasil rebusan, masih lekat di remang-remang indra penciumanku. Segala kesibukan yang dulu terasa berat dan tidak menyenangkan, kini terasa kian dirindukan. Sepiring panekuk dan secangkir kopi yang kamu balas dengan senyum dan kecup di pipi kananku, Aku selalu suka. Kamu selalu bersikukuh untuk sarapan, meski setelah itu kegiatanmu hanya seputar bergelu...

terima kasih sebanyak - banyaknya bisa saya bilang

pertama saya mau terima kasih buat Revy Tiara Zahra , yang sudah merombak habis - habisan blog saya jadi terlihat seperti blog cewek (?) good job kedua mau terima kasih buat Bunda , panggilan saya kepada mamanya Revy yang sudah menginspirasi banyak puisi serta cerpen dengan menggunakan bahasa yang lebih menggugah jiwa ketiga buat Virza yang tetep nemenin chat di facebook saat yang laen udah ke twitter (twitter lagi) keempat buat 'someone special' yang mau fotonya sama foto saya pas interview dan baru kenal dulu dibikin profile picture saya kelima buat Mas Danniar atau Mas Dandong yang mau ngasih traktiran besok walopun kayaknya saya cuma minta permen milkita emutan (lollipop maksudnya) keenam .. keenam .. sapa ya ? jadi lupa . keenam buat saya sendiri yang senantiasa ingin membahagiakan orang sekitar walaupun masih belum yakin apakah bisa membahagiakan diri sendiri :p oh iya , ini untuk ketujuh dan seterusnya , makasih buat temen - temen yang suka baca blog saya (g...

Menjadi Rumah

Sudahkah kamu pulang? Pulanglah, peluklah amarahmu. Bersedihlah, menangislah. Tersenyumlah. Karena dalam setiap amarahmu akan ada ketenangan yang menerimamu kembali. Ada ketenangan yang menjadi rumah bagi amarahmu. Karena dalam sedih dan tangismu akan ada bahagia dan peluk-peluknya. Ada bahagia yang menjadi rumah bagi mereka. Maka tersenyumlah, karena ada kisah-kisah sendu yang siap menerimamu kembali. Ada kisah sendu yang menjadi rumah bagi senyummu. Mengingatkanmu kembali pada aroma seorang yang pernah membuatmu patah hati dan kembali berdiri dua kali lebih tegar. Mengingatkanmu atas gelak tawa di tengah malam ketika letih melanda dan lelucon apapun terasa lucu. Mengingatkanmu pada sore-sore yang dihabiskan dengan berkendara. Sudahkah kamu pulang? Pulanglah, peluklah dirimu. Pulanglah, karena tanpa bahagia kamu bisa pulang. Pulanglah, karena amarah juga merindukanmu. Pulanglah, tidak ada yang salah dengan menjadi rapuh.