Langsung ke konten utama

sedikit tentang saya dan kehidupan saya yang 'menyenangkan'

saya seorang pelajar kelas 7 sekolah menengah pertama di sebuah kota dengan sejuta kuliner lazis yang siap memanjakan perut anda , Malang , asoy . 


saya bersekolah di sebuah sekolah yang sungguh sangat menyenangkan dimana anda bisa menemukan setiap hari jumat pagi puluhan orang berjoget dengan sebuah gerakan yang sungguh sangat membuat anda trauma berat . sekolah saya menerapkan KKM sejumlah 7,5 yang sesungguhnya sangat sulit sekali dicapai oleh saya yang sebenarnya berkemampuan menengah ke atas (?) belum lagi orang - orang yang berjoget itu sungguh tidak mengerti bagaimana cara kami memahami pelajaran , mereka hanya menjelaskan , memberi tugas , ulangan , selesai , ngapain sekolah kalo begitu ? yang saya cari ilmu , bukan nilai , tapi sayangnya di sekolah saya ini saya dipaksa mencari nilai , dan inilah potret sekolah di era globalisasi ini , RSBI jadi satu kata paling menyenangkan bagi mereka dimana bisa meraup untung dari ladang uang dan menerima banyak piala dari budak piala , ladang uang dan budak piala itu adalah , kami .

di rumah , saya biasa menghabiskan waktu dengan online , baca novel serta menyelesaikan berbagai cerpen - cerpen yang menumpuk . setiap hari sabtu saya pergi ke sebuah tempat les musik untuk melatih kemampuan vokal saya , niatnya les drum , dipaksanya gitar , eh malah jadinya vokal , biasanya saya les sama sohib saya sejak pertama masuk kelas 7 , namanya Pia , masih inget banget pas kenalan sama dia , 'namamu siapa ?' saya percaya saya terlihat bodoh sekali waktu itu

ngomong - ngomong soal sohib , saya punya banyak sohib di sekolah , dari mulai kakak kelas 9 hingga teman yang sebaya , akan saya sebutkan sedikit dari mereka . salah satu dari mereka ya Pia itu tadi , lalu saya akan melanjutkan dengan Lia , sahabat saya yang menyenangkan sekali , sering memberi sedikit penyegaran hahahihi untuk otak yang mulai muak dengan pelajaran , tidak suka keterkekangan , pintar ngomong dan jago IT . Revy , sohib saya yang kebeneran satu ekskul dan satu vocal group , 'remaja anget' (udah enggak anget ding , panas kayaknya dia). Aisyah , sohib saya yang paling deket , apalagi kalo ujian - ujian , nomer absennya diatas saya sih , rajin , duduknya di samping saya , sering diperebutkan untuk memberikan jawaban dari soal - soal yang 'sungguh sangat menyenangkan sekali' , aisyah juga temen vokal group saya . itu dulu aja , banyak soalnya , tangan saya pegel duluan mau nulisnya .

saya juga punya satu kehidupan yang tidak pernah lepas dari kehidupan siapapun yang bukan kehidupan (lho ? apa dong namanya ?) , kehidupan cinta . saya punya pacar , namanya yah .. biar jadi rahasia , cita - citanya jadi paskhas AU , katanya kayak pilot gitu , saya sendiri nggak ngerti itu apa , bener deh :p
hari ini tanggak 18 Maret 2011 saya melaporkan bahwa ia akan segera menyerahkan formulir pada SMA semi militer yang menjadi tujuannya sebelum ke Akademi Angkatan Udara , iya , dia kelas 9 , sebentar lagi UAN , lalu insya Allah lulus . apa yang saya perbuat ? berdoa .

cukup .

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ritual Mengganti Seprei (her)

Kepada seseorang yang hatinya pernah kuremukkan lalu kususun kembali dengan tatanan yang tidak tepat, mungkin malam ini kamu sibuk mengerjap, memandangi langit-langit kamar yang kosong sembari membiarkan memori tentang pertengkaran serta pertukaran kenangan kita di belakang kedua matamu. Begitu pula dengan Aku, yang sibuk berandai-andai bagaimana esok pagi akan kulewatkan tanpa membuatkanmu sepiring panekuk yang terlalu matang dan tidak kamu suka, tapi tetap kamu makan karena kamu tahu hanya itu yang bisa aku buat. Aroma kopi yang tiap pagi Aku buatkan untukmu, tiga sendok bubuk kopi dan satu sendok gula yang diseduh dengan air panas hasil rebusan, masih lekat di remang-remang indra penciumanku. Segala kesibukan yang dulu terasa berat dan tidak menyenangkan, kini terasa kian dirindukan. Sepiring panekuk dan secangkir kopi yang kamu balas dengan senyum dan kecup di pipi kananku, Aku selalu suka. Kamu selalu bersikukuh untuk sarapan, meski setelah itu kegiatanmu hanya seputar bergelu...

terima kasih sebanyak - banyaknya bisa saya bilang

pertama saya mau terima kasih buat Revy Tiara Zahra , yang sudah merombak habis - habisan blog saya jadi terlihat seperti blog cewek (?) good job kedua mau terima kasih buat Bunda , panggilan saya kepada mamanya Revy yang sudah menginspirasi banyak puisi serta cerpen dengan menggunakan bahasa yang lebih menggugah jiwa ketiga buat Virza yang tetep nemenin chat di facebook saat yang laen udah ke twitter (twitter lagi) keempat buat 'someone special' yang mau fotonya sama foto saya pas interview dan baru kenal dulu dibikin profile picture saya kelima buat Mas Danniar atau Mas Dandong yang mau ngasih traktiran besok walopun kayaknya saya cuma minta permen milkita emutan (lollipop maksudnya) keenam .. keenam .. sapa ya ? jadi lupa . keenam buat saya sendiri yang senantiasa ingin membahagiakan orang sekitar walaupun masih belum yakin apakah bisa membahagiakan diri sendiri :p oh iya , ini untuk ketujuh dan seterusnya , makasih buat temen - temen yang suka baca blog saya (g...

Menjadi Rumah

Sudahkah kamu pulang? Pulanglah, peluklah amarahmu. Bersedihlah, menangislah. Tersenyumlah. Karena dalam setiap amarahmu akan ada ketenangan yang menerimamu kembali. Ada ketenangan yang menjadi rumah bagi amarahmu. Karena dalam sedih dan tangismu akan ada bahagia dan peluk-peluknya. Ada bahagia yang menjadi rumah bagi mereka. Maka tersenyumlah, karena ada kisah-kisah sendu yang siap menerimamu kembali. Ada kisah sendu yang menjadi rumah bagi senyummu. Mengingatkanmu kembali pada aroma seorang yang pernah membuatmu patah hati dan kembali berdiri dua kali lebih tegar. Mengingatkanmu atas gelak tawa di tengah malam ketika letih melanda dan lelucon apapun terasa lucu. Mengingatkanmu pada sore-sore yang dihabiskan dengan berkendara. Sudahkah kamu pulang? Pulanglah, peluklah dirimu. Pulanglah, karena tanpa bahagia kamu bisa pulang. Pulanglah, karena amarah juga merindukanmu. Pulanglah, tidak ada yang salah dengan menjadi rapuh.