Langsung ke konten utama

menyoal twitter dan tetek bengeknya

twitter , sapa yang enggak punya ? enggak gaol beud .
begini - begini saya juga punya twitter loh , ini linknya .

http://twitter.com/michikomiera

bukan gimana - gimana , sebenernya saya cuma iseng bikin twitter karena saya penasaran bagaimana cara kerjanya , jadi saya tidak ada niatan untuk ikut bergaul dalam jaringan sosial di twitter , alasannya ? saya terlalu bodoh untuk twitter .

jadi kemaren , secara iseng lagi , saya membuka account twitter saya , yaa .. memfollow beberapa kakak kelas , trus tiba - tiba setelah kira - kira 2 bulan enggak dibuka twitter saya followers nya 10 , saya giraang banget pertamanya , abis gitu liat orang lain yang udah lama aktif di twitter , dorr , saya merasa enggak gaol sekali , mereka followers nya udah 425 , jadi dibandingkan 10 orang followers saya , saya sudah kalah , TELAK .

sementara saya terperangkap dalam sunyinya facebook , blog dan sebagainya , ternyata kawan - kawan sekelas saya yang dulunya enggak bisa bikin twitter sekarang udah bertwitter ria , sial , saya ketinggalan , lagi .

kata temen saya twitter itu gampang , tinggal begini begitu , dalam hati : 'nggak ngerti kapasitas otak saya apa ? ini yang bego siapa sih , nggak nutut sampe sana tau gak' , dari dulu sampe sekarang kalo ada yang ngomongin twitter saya gondok .

setiap bertemu teman yang sekiranya gaol saya selalu berdoa , 'ya Tuhan , jangan sampai mereka membicarakan situs lain yang tidak saya mengerti bagaimana cara kerjanya' semoga saja permohonan saya tersebut dikabulkan .

tunggu saya menjadi gaul

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ritual Mengganti Seprei (her)

Kepada seseorang yang hatinya pernah kuremukkan lalu kususun kembali dengan tatanan yang tidak tepat, mungkin malam ini kamu sibuk mengerjap, memandangi langit-langit kamar yang kosong sembari membiarkan memori tentang pertengkaran serta pertukaran kenangan kita di belakang kedua matamu. Begitu pula dengan Aku, yang sibuk berandai-andai bagaimana esok pagi akan kulewatkan tanpa membuatkanmu sepiring panekuk yang terlalu matang dan tidak kamu suka, tapi tetap kamu makan karena kamu tahu hanya itu yang bisa aku buat. Aroma kopi yang tiap pagi Aku buatkan untukmu, tiga sendok bubuk kopi dan satu sendok gula yang diseduh dengan air panas hasil rebusan, masih lekat di remang-remang indra penciumanku. Segala kesibukan yang dulu terasa berat dan tidak menyenangkan, kini terasa kian dirindukan. Sepiring panekuk dan secangkir kopi yang kamu balas dengan senyum dan kecup di pipi kananku, Aku selalu suka. Kamu selalu bersikukuh untuk sarapan, meski setelah itu kegiatanmu hanya seputar bergelu...

terima kasih sebanyak - banyaknya bisa saya bilang

pertama saya mau terima kasih buat Revy Tiara Zahra , yang sudah merombak habis - habisan blog saya jadi terlihat seperti blog cewek (?) good job kedua mau terima kasih buat Bunda , panggilan saya kepada mamanya Revy yang sudah menginspirasi banyak puisi serta cerpen dengan menggunakan bahasa yang lebih menggugah jiwa ketiga buat Virza yang tetep nemenin chat di facebook saat yang laen udah ke twitter (twitter lagi) keempat buat 'someone special' yang mau fotonya sama foto saya pas interview dan baru kenal dulu dibikin profile picture saya kelima buat Mas Danniar atau Mas Dandong yang mau ngasih traktiran besok walopun kayaknya saya cuma minta permen milkita emutan (lollipop maksudnya) keenam .. keenam .. sapa ya ? jadi lupa . keenam buat saya sendiri yang senantiasa ingin membahagiakan orang sekitar walaupun masih belum yakin apakah bisa membahagiakan diri sendiri :p oh iya , ini untuk ketujuh dan seterusnya , makasih buat temen - temen yang suka baca blog saya (g...

Menjadi Rumah

Sudahkah kamu pulang? Pulanglah, peluklah amarahmu. Bersedihlah, menangislah. Tersenyumlah. Karena dalam setiap amarahmu akan ada ketenangan yang menerimamu kembali. Ada ketenangan yang menjadi rumah bagi amarahmu. Karena dalam sedih dan tangismu akan ada bahagia dan peluk-peluknya. Ada bahagia yang menjadi rumah bagi mereka. Maka tersenyumlah, karena ada kisah-kisah sendu yang siap menerimamu kembali. Ada kisah sendu yang menjadi rumah bagi senyummu. Mengingatkanmu kembali pada aroma seorang yang pernah membuatmu patah hati dan kembali berdiri dua kali lebih tegar. Mengingatkanmu atas gelak tawa di tengah malam ketika letih melanda dan lelucon apapun terasa lucu. Mengingatkanmu pada sore-sore yang dihabiskan dengan berkendara. Sudahkah kamu pulang? Pulanglah, peluklah dirimu. Pulanglah, karena tanpa bahagia kamu bisa pulang. Pulanglah, karena amarah juga merindukanmu. Pulanglah, tidak ada yang salah dengan menjadi rapuh.