"nggak mungkin cukup lah dek , wes lah , ndak usah yang macem - macem , disitu aja lo mungkin ada yang cukup" , ujar ibuku sambil menunjuk sekumpulan model baju super norak . Ya , begini lah aku , tak ada satu ukuran baju yang benar - benar pas , kalau tidak kekecilan pasti kebesaran .
****
"loe nggak akan pernah ngrasain , udahlah , loe juga gak bakal mau kan ?" ujarku pada salah satu sahabat terbaikku ini , "hari gini masih ada yang mikir bentuk badan itu penting ? udahlah , nggak mutu tau gak , yang lebih dipentingin itu otak sama hati , kebanyakan dari presiden negara kita juga gendut kok , apa sih penting nya bentuk badan ?" benar - benar meremehkan sekali , namanya Sasa , salah satu sahabat terbaikku sejak SD hingga kelas 7 SMP sekarang , bentuk badannya bagus , kurus , hitam manis , baju - bajunya pun modis , enak dipandang mata , mudah sekali mencari baju yang pas untuknya , sedangkan aku ? dia tidak akan pernah mengerti bagaimana jalan pikiran kepalaku .
"ngerti gak ? gue bosen setiap belanja yang dapet baju cuma loe , sedangkan gue ? kaos satu aja enggak dapet , yang satu - satunya bisa gue beli secara langsung di department store tanpa harus nyoba berkali - kali cuma sepatu !" iya , Sasa berulang kali bilang aku punya kelebihan , satu - satunya kelebihan yang ku sadari dari diriku hanya kelebihan berat badan .
aku kerap kali menghibur warga di kota apel ini dengan berbagai dendang lawas keluaran tahun saat bahkan aku pun belum lahir , mereka sering menulis di wall facebook ku atau sekedar mengirim message , "adek , suaranya empuk banget , tante doain jadi penyiar top sampe gede :)" salah satu message yang pernah dikirimkan kepadaku , bukannya sekarang juga 'udah gede' ?
aku terpengaruh dengan berbagai iklan di sebuah kotak elektronik penuh imajinasi para petinggi itu , soal badan ideal adalah badan langsing yang begini begitu , tahu kan ? jarang terlihat seorang bintang dengan badan bongsor , mereka mengandalkan bentuk tubuh yang kata kakakku , 'semelohe beud' . "Mas Gek , aku ndak suka diginiin terus , lha kalo memang aku gendut kenapa toh ? dari kecil yang jadi bahan celaan aku Mas , tapi ya aku ndak bisa ngapa - ngapain , wong memang aku gendut" keluhku pada Mas Gek , sahabatku , kakak kelasku , sebentar lagi dia lulus , entahlah siapa lagi yang akan membelaku di depan mereka semua , biasanya jika mereka mulai bercanda dengan menyangkut pautkan bentuk badanku ini , Mas Gek selalu langsung menyahut dengan berbagai kelebihan atau kegiatan yang baru saja kulakukan hingga perhatian mereka semua teralihkan , contohnya , "Tadi malem Maura muterin lagu baru lo , mulai berfikir maju ya nduk ? hahaha" .
"Wes lah dek , kan ndak semua orang berfikir gitu , semua orang diciptain bagus sama Tuhan , ndak mungkin lah sampe segitunya , buktinya semua orang pada ngewall dan ngemessage bilang makasih sama adek soalnya udah ngehibur mereka pas istirahat kantor , mulai sekarang harus bisa mbela diri sendiri dek , harus pinter ngomong . Mereka ndak akan pernah jadi kamu dek , tapi kamu akan membuat seorang Maura jadi bagian dari mereka"
Esoknya , Mas Gek meninggal , dan seorang Maura telah menjadi bagian dari mereka , sekali lagi Mas Gek benar .
Komentar
Posting Komentar